hidup menjadi bermakna bila saling mengerti satu sama lain dan menjalin kebersamaan,,,,,
Rabu, 19 Desember 2012
kurikulum sd
Perkembangan
Kurikulum Di Indonesia Khususnya Di Sekolah Dasar
vPengertian kurikulum.
Kurikulum
adalah seperangkat/sistem rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman proses belajar mengajar
denga tujuan meningkatkan
pengetahuan dan pemahaman dan perubahan tingkah laku.
vPeran
Kurikulum
Kurikulum
sangatlah penting digunakan sebagai pedoman dalam proses belajar mengajar.
Oleh sebab
itu, jika sebuah lembaga pendidikan dalam pembelajaran tidak mengggunakan
kurikulum maka:
-Pendidikan tidak akan mampu menyesuaiakan dengan
lingkungan masyarakat. Dengan kurikulum akan mampu menciptakan individu yang
bisa menyesuaikan dengan kondisi masyarakat. Pendidikan akan mamapu mengimbangi
kondisi masyarakat yang dinamis.
-Tidak akan terpadu antara individu atau individu
dengan masyarakat. Karena tanpa kurikulum tidak ada hubungan yang harmonis,
kerjasama serta pemecahan masalah cenderung diselesaikan sendiri. Tak ada
integrasi anatara pendidikan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
-Potensi yang ada dalam peserta didik kurang dapat
dikembangkan, tanpa kurikulum keunikan peserta didik akan terabaikan. Dengan
kurikulum akan mampu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif.
-Peserta didik tidak akan memilki persiapan untuk hidup
ditengah kehidupan sosial, pendidikan yang diperoleh tidak memeberikan
pengalaman-pengalaman yang digunakan untuk bekal hidup bermasyarakat.
-Tugas
perkembangan peserta didik tidak berkembang dengan baik dan lancar. Pelayanan
terhadap kebutuhan anak tidak akan bisa tepat dan maksimal, sehingga
pengembangan bakat dan minat peserta didik kurang.
-Pendidikan
tidak akan mampu menemukan kelemahan yang dialami lewat ujian. Tanpa kurikulum
akan menyebabkan peserta didik tidak mampu memahami, mengarahkan, mengembangangkan
diri dan menysesuaikan dengan masyarakat.
vSejarah
perkembangan kurikulum SD di Indonesia.
Sejak dahulu sampai
sekarang, kurikulum selalu mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan
kondisi jaman yang ada.
Pada saat kurikulum masa VOC menyajikan pelajaran tentang ketekismus,
agama, juga membaca , menulis dan menyanyi.Demikian pula tidak ditentukan lama
belajar. Peraturan hanya menentukan bahwa anak pria lebih dari usia 16 tahun
dan anak wanita lebih dari 12 tahun hendaknya jangan dikeluarkan dari sekolah.
Pembagian dalam 3 kelas untuk pertama kali dimulai pada tahun 1778. Di kelas 3,
kelas terendah, anak-anak belajar abjad, di kelas 2 memaca, menulis, dan
bernyanyi dan di kelas 1, kelas tertinggi: membaca, menulis, katekismus,
bernyanyi dan berhitung.
ØKurikulum
Sebelum 1892 (Sebelum Reorganisasi)
Ada 4 mata pelajaran yang diharuskan , yakni membaca,
menulis, bahasa (bahasa daerah dan bahasa Melayu), dan berhitung. Statuta 1874
menyatakan pengajaran agama dilarang di sekolah pemerintah, akan tetapi ruang
kelas dapat digunakan untuk itu di luar jam pelajaran.
ØKurikulum
Setelah 1892 ( Setelah Reorganisasi)
Kurikulum sekolah ini, seperti ditentukan dalam
peraturan 1893 terdiri atas pelajaran membaca dan menulis dalam bahasa daerah
dalam huruf daerah dan latin, membaca dan menulis dalam bahasa Melayu,
berhitung, ilmu bumi Indonesia, ilmu alam, sejarah pulau tempat tinggal, menggambar
dan mengukur tanah.
ØKurikulum
Sekolah Kelas Dua
Disebut
Sekolah Kelas Dua karena orang-orang yang sekolah disana khusus sebagian kecil
rakyat. Sekolah ini akan mempersiapkan berbagai ragam pegawai rendah untuk
kantor pemerintah dan perusahaan swasta. Disamping itu juga untuk
mempersiapkan guru bagi Sekolah Desa.
ØKurikulum
VolkSchool
Kurikulum
ini sangat sederhana. Kurikulum ini muncul seiring dengan kebutuhan rakyat yang
pada saat itu banyak buta huruf dan tidak bisa berhitung.
ØKurikulum
ELS (Europese Lagere School,)
Sekolah Belanda ini sejak mulanya dimaksudkan agar
sama dengan netherland, walaupun terdapat perbedaan tentang muridnya, khususnya
pada permulaannnya. Kurikulum terdiri atas pelajaran membaca, menulis ,
berhitung, bahasa Belanda, sejarah, ilmu bumi dan mata pelajaran lainnya.
Sedangkan pelajaran agama ditiadakan. Pada tahun 1868 bahasa prancis
diajarkan dan merupakan syarat untuk masuk ke sekolah Belanda.
ØKurikulum
HCS (Holland Chinese School)
Bahasa
Perancis biasanya diajarkan pada sore hari seperti halnya dengan bahasa Inggris, yang sebenarnya tidak diberikan kepada ELS, nemun
diajarkan berhubung dengan kepentinan bagi perdagangan. Kurikulum dan buku
pelajarannyapun sama dengan ELS.
ØKurikulum
HIS (Holland Inlandse School)
Pendirian HIS pada prinsipnya dikarenakan keinginan
yang kian menguat di kalangan orang Indonesia untuk memperoleh pendidikan,
khususnya pendidikan Barat.
ØKurikulum
MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs)
MULO merupakan sekolah pertama yang tidak mengikuti
pola pendidikan Belanda, namun tetap berorientasi ada Barat dan tidak mencari
penyesuaian dengan keadaan Indonesia. Programnya terdiri atas empat bahasa
yakni, belanda, Perancis, Inggris dan Jerman. Kursus MULO ini dibuka pada tahun 1903. Kursus ini
dimaksud sebagai sekolah rendah .
ØKurikulum HBS (Hogere Burger School)
Siswa HBS harus mempunyai bakat yang tinggi dalam IPA
, matematika ataupun bahasa. Dan untuk gurunyapun, hanya mereka yang memperoleh
gelar Ph.D (Doktor) atau diploma yang boleh mengajar.
b.Kurikulum setelah tahun 1945 meliputi :
ØKurikulum
1947
Bentuknya memuat dua hal pokok:
·Daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya,
·Garis-garis besar pengajaran.
Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai
pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda.
Pendidikan yang diutamakan adalah : pendidikan watak,
kesadaran bernegara dan bermasyarakat.
ØKurikulum Rentjana
Pelajaran Terurai 1952
Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran
yangkemudian diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah
mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional.
ØKurikulum
1964, Rentjana Pendidikan 1964
Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum
ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat
pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana. Pendidikan
dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatanfungsional praktis.
ØKurikulum 1968
Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan
pada upaya untuk membentuk manusia Pancasilasejati, kuat, dan sehat jasmani,
mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani,moral, budi pekerti, dan
keyakinan beragama.
ØKurikulum
1984
Posisi siswa
ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan,
mendiskusikan, hingga melaporkan. Kurikulum ini menggunakan model CBSA (Cara
Belajar Siswa Aktif).
Materimuatan
lokal disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing, misalnya bahasadaerah
kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain. Berbagai kepentingan
kelompok-kelompok masyarakat juga mendesak agar isu-isu tertentu masuk dalam
kurikulum. Akhirnya, Kurikulum 1994 menjelma menjadi kurikulum super padat.
Dalam
kurikulum 2004 ini, para murid dituntut aktif mengembangkan keterampilan untuk
menerapkan IPTEK tanpa meninggalkan kerja sama dan solidaritas, meski
sesungguhnya antar siswa saling berkompetisi. Jadi di sini, guru hanya
bertindak sebagai fasilitator, namun meski begitu pendidikan yang ada ialah
pendidikan untuk semua. Dalam kegiatan di kelas, para siswa bukan lagi objek,
namun subjek. Dan setiap kegiatan siswa ada nilainya.
Setiap
kurikulum yang pernah dipakai masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan.
Kelebihan KTSP dibandingkan dengan kurikulum pendahulunya adalah bahwa KTSP
dapaty mendorong terwujudnya otonomi penyelenggaraan pendidikan oleh Sekolah.
Dengan otonomi tersebut, sekolah bersama dengan komite sekolah dapat secara
bersama-sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan
kondisi lingkungan sekolah tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar