Kamis, 20 Desember 2012

RPP TEMATIK


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik

Mata Pelajaran                 : IPA dan IPS
Satuan Pendidikan           : SDN Bintang
Kelas / Semester                : III / 1
Tema                                  : Lingkungan
Tahun Pelajaran               : 2012 / 2013
Jumlah Pertemuan           : 1 x pertemuan

I. Standar Kompetensi
-          IPA
2. Memahami kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan, dan upaya menjaga kesehatan lingkungan.
-          IPS
1. Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di lingkungan rumah dan sekolah.
II. Kompetensi Dasar
-          IPA
2.2 Mendeskripsikan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan.
-          IPS
1.2 Memelihara lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah.
III. Indikator
-          IPA
2.2.1 Menyebutkan kondisi lingkungan di sekitar.
2.2.2 Menjelaskan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan.
2.2.3 Menjelaskan kondisi lingkungan yang tidak berpengaruh terhadap kesehatan.

-          IPS
1.2.1 Menyebutkan cara memelihara lingkungan alam di sekitar rumah.
1.2.2 Menunjukkan cara memelihara lingkungan buatan di sekitar rumah.

IV. Tujuan
·         Melalui tanya jawab diharapkan siswa dapat menyebutkan kondisi lingkungan di sekitar dengan tepat.
·         Melalui gambar diharapkan siswa dapat menunjukkan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan dengan tepat.
·         Melalui gambar diharapkan siswa dapat menunjukkan kondisi lingkungan yang tidak berpengaruh terhadap kesehatan dengan tepat.
·         Melalui Diskusi diharapkan siswa dapat menyebutkan cara memelihara lingkungan alam di sekitar rumah dengan tepat.
·         Melalui Diskusi diharapkan siswa dapat menunjukkan cara memelihara lingkungan buatan di sekitar rumah dengan tepat.
V. Alokasi Waktu
     1 x 15menit
VI. Materi Ajar
      IPA
      Kesehatan lingkungan
      IPS
      Lingkungan sekitar

VII. Metode Pembelajaran
Ø  Pendekatan
-          Ceramah
-          Tanya Jawab
-          Diskusi
Ø          Model Pembelajaran
Cooperative Learning (Picture And Picture)

VIII. Kegiatan Pembelajaran
No
Kegiatan
Alokasi Waktu
Karakter
1.
Kegiatan Awal
a. Guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam,   berdoa dan mengecek kesiapan siswa mengikuti pelajaran.
b. Guru memberi apersepsi dengan bertanya kepada siswa, “Pernahkah kalian menyapu halaman? Bagaimana kondisi halaman sebelum disapu?
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi.
2 menit

Religius, Disiplin

Rasa ingin tahu
Rasa ingin tahu
2.
Kegiatan Inti
Ø  Eksplorasi
a. Guru melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai kondisi lingkungan di sekitar.
b. Guru memberi gambar mengenai kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan dan yang tidak berpengaruh terhadap kesehatan.
c. Siswa diminta untuk menjelaskan kondisi lingkungan  yang ada pada gambar dengan bimbingan guru.
è  Elaborasi
a. Guru membagi kelompok menjadi 4-5 siswa.
b. Guru membagikan papan, gambar lingkungan alam dan buatan kepada setiap kelompok.
c. Guru meminta setiap kelompok untuk menempelkan gambar pada papan dan mendiskusikannya.
d. Kelompok yang sudah selesai segera lapor kepada guru dan mempresentasikan hasil diskusinya sedangkan kelompok lain menanggapi.
e. Guru bersama siswa membahas hasil diskusi.
è  Konfirmasi
a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum diketahui.
b. Guru bersama siswa menyimpulkan materi dan memberi penguatan.
c. Guru memberikan penilaian terhadap kelompok yang dapat menyelesaikan tugas dengan benar berupa reward dan tepuk tangan.

2 menit





6 menit








3 menit


Rasa ingin tahu
Kreatif, Disiplin
Berani, Disiplin

Adil
Disiplin

Kerjasama

Tanggung jawab
Disiplin

Rasa ingin tahu
Disiplin

Menghargai prestasi
3.
Kegiatan Penutup
a. Guru memberikan pekerjaan rumah.
c. Guru memberikan motivasi kepada siswa.
d. Guru menutup pelajaran dengan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan memberi salam.
2 menit

Disiplin
Disiplin
Rasa ingin tahu

XI. Sumber Pembelajaran
Ø  Alat dan bahan
1. Papan
2. Gambar kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan dan yang tidak berpengaruh terhadap kesehatan
3. Gambar lingkungan alam dan buatan
Ø  Sumber belajar
1. Priyono dan Titik Sayekti. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 3 untuk SD/MI. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas.
2.  Asy”ari,dkk. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial SD untuk kelas III. Jakarta : Erlangga.
3. Nursa’ban,Muhammad dan Rusmawan. 2007. Ilmu Pengetahuan Sosial 3 untuk SD / MI. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas.

X. Penilaian
l  Penilaian kelompok
Prosedur tes     : proses tes
Bentuk tes       : Tes lisan

l  Penilaian individu
Prosedur tes     : post tes
Bentuk tes       : tes lisan



INSTRUMEN PENILAIAN
Satuan Pendidikan  : SDN Bintang
Mapel/Tema             : IPA dan IPS/Lingkungan
Kelas / Semester      : III / 1
Alokasi Waktu         : 1 x 15 menit
Pertemuan ke-          : 1
Kompetensi Dasar
Indikator
Teknik
Bentuk
Instrumen
IPA
2.2 Mendeskripsikan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan.
2.2.1 Menyebutkan kondisi lingkungan di sekitar.
2.2.2 Menjelaskan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan.
2.2.3 Menjelaskan kondisi lingkungan yang tidak berpengaruh terhadap kesehatan.






Tanya jawab

Pertanyaan Individu


Pertanyaan Individu

Lisan


Lisan



Lisan
Sebutkan kondisi lingkungan di sekitar rumah kalian?

Jelaskan kondisi lingkungan yang ada pada gambar?


Jelaskan kondisi lingkungan yang ada pada gambar?
IPS
1.2 Memelihara lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah.
1.2.1 Menyebutkan cara memelihara lingkungan alam di sekitar rumah
1.2.2 Menunjukkan cara memelihara lingkungan buatan di sekitar rumah



Diskusi Kelompok



Diskusi Kelompok





Lisan




Lisan



Sebutkan cara memelihara lingkungan seperti yang ada pada gambar?

Tunjukkan cara memelihara lingkungan seperti yang ada pada gambar?

Ø  Penilaian
·      Penilaian kelompok
Prosedur tes     : proses tes
Bentuk tes       : Tes lisan
l  Penilaian individu
Prosedur tes     : post tes
Bentuk tes       : tes lisan


Sejarah Pramuka

-->
  1. SEJARAH GERAKAN PRAMUKA SEDUNIA
 1. PENDAHULUAN
 Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan kita tidak dapat lepas dari riwayat hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia Lord Robert Baden Powell of Gilwell.   Hal ini disebabkan pengalaman beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di negara Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan.
  1. RIWAYAT BODEN POWELL
Boden Powell lahir pada tanggal 22 Februari 1857 di London. Nama kecilnya Roberts Stephenson smyth. Ayahnya seorang professor geometri di Universitas Oxford, bernama Boden Powell yang meninggal ketika Stephenson masih kecil dan ibunya bernama Henrieta Powell. Pengalaman –pengalaman Boden Powell sejak kecil banyak dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Aids to Scouting”. Tahun 1910 Boden Powell minta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir letnan jenderal. Boden powell menikah dengan Olave St.Clair Soames pada tanggal 30 oktober 1912 dan dianugerahi 3 orang anak yang diberi nama Peter, Heatler, Betty.boden Powell mempunyai kakak dan adik antara lain: Warington, George, Agoustus, Fransis, Agnes, Boden. Boden Powell meninggal pada tanggal 8 januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika Selatan pada usianya yang ke 83 tahun. Buku karangannya ada 3 yaitu:
·         Aids to Scouting
·         Scouting for Boys
·         Rovering to Succes

Pengalaman Boden Powell
·         Latihan ketrampilan berlayar, berenang, berkemah yang didapat dari kakaknya.
·         Terkepung bangsa Boer di kota Mafeleing Afrika Selatan 127 hari dan kekurangan makan.
·         Mengalahkan kerajaan Zuu di Afrika dan mengambil manik kayu milik raja dini Zuu.( pengalaman ini ditulis dalam buku “ Aids to scouting” dan mendapat gelar Lord dari raja George pada tahun 1929 )
William Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu.
   Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris, diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari. 
  1. SEJARAH KEPRAMUKAAN DUNIA
 Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout.
  Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri beliau.
   Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala.
 Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia.
 Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).
                Tahun 1924 Jambore II            di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
                Tahun 1929 Jambore III          di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
                Tahun 1933 Jambore IV           di Godollo, Budapest, Hongaria
                Tahun 1937 Jambore V            di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
                Tahun 1947 Jambore VI           di Moisson, Perancis
                Tahun 1951 Jambore VII         di Salz Kamergut, Austria
                Tahun 1955 Jambore VIII        di sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris
                Tahun 1959 Jambore IX          di Makiling, Philipina
                Tahun 1963 Jambore X            di Marathon, Yunani
                Tahun 1967 Jambore XI          di Idaho, Amerika Serikat
                Tahun 1971 Jambore XII         di Asagiri, Jepang
                Tahun 1975 Jambore XIII        di Lillehammer, Norwegia
                Tahun 1979 Jambore XIV        di Neishaboor, Iran tetapi dibatalkan
                Tahun 1983 Jambore XV         di Kananaskis, Alberta, Kanada
                Tahun 1987 Jambore XVI        di Cataract Scout Park, Australia
                Tahun 1991 Jambore XVII       di Korea Selatan
                Tahun 1995 Jambore XVIII     di Belanda
                Tahun 1999 Jambore XIX        di Chili, Amerika Selatan
                Tahun 2003 Jambore XX         di Thailand

 Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park.
 Tahun 1920 dibentuk Deewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss.
 Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen.
 Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.

  1. SEJARAH GERAKAN PRAMUKA INDONESIA
 Gagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik itu akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa ke Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).
 Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).
Dengan adanya larangan pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan.
 Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.
Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.
Setelah tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.
  Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)
Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).
 Karena masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia akan dipergunakan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri Ir. Juanda maka perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.
Di dalam Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang keberadaannya.

·         Kelahiran Gerakan Pramuka 

Kelahiran Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :
1.
Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
2.
Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
3.
Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
4.
Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.

·         Gerakan Pramuka Diperkenalkan

Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya
Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.
Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.

Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.
Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.

Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.

Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.
Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka
·         Perkembangan Gerakan Pramuka

 Ketentuan dalam Anggaran Dasar gerakan pramuka tentang prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya seperti tersebut di atas ternyata banyak membawa perubahan sehingga pramuka mampu mengembangkan kegiatannya. Gerakan pramuka ternyata lebih kuat organisasinya dan cepat berkembang dari kota ke desa.
 Kemajuan Gerakan Pramuka akibat dari sistem Majelis Pembimbing yang dijalankan di tiap tingkat, dari tingkat Nasional sampai tingkat Gugus Depan. Mengingat kira-kira 80 % penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan 75 % adalah petani maka tahun 1961 Kwarnas Gerakan Pramuka menganjurkan supaya para pramuka mengadakan kegiatan di bidang pembangunan desa. Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat menarik perhatian Pimpinan Masyarakat. Maka tahun 1966 Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan instruksi bersama pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi. Kemudian diikuti munculnya saka Bhayangkara, Dirgantara dan Bahari. Untuk menghadapi problema sosial yang muncul maka pada tahun 1970 menteri Transmigrasi dan Koperasi bersama dengan Ka Kwarnas mengeluarkan instruksi bersama tentang partisipasi gerakan pramuka di dalam penyelenggaraan transmigrasi dan koperasi. Kemudian perkembangan gerakan pramuka dilanjutkan dengan berbagai kerjasama untuk peningkatan kegiatan dan pembangunan bangsa dengan berbagai instansi terkait.      










Manfaat menabung


Banyak sekali manfaat menabung, antara lain :
1. Menghindarkan kita dari sifat boros
2. Uang tabungan bisa digunakan untuk hal-hal yang tak terduga
3. Menghindarkan kita dari berhutang
4. Melatih kita untuk lebih bijak dalam menggunakan uang.
5. Persiapan hari tua
6. Perencanaan pendidikan anak yang lebih baik
7. Dapat digunakan sebagai modal usaha [kelak].

dan mungkin masih banyaaaaak lagi manfaat menabung.
Lalu kapankah sebaiknya menabung itu dilakukan?
SEKARANG. Tidak perduli berapapun umur kawan-kawan, mulailah menabung sekarang. Menabung akan lebih mudah apabila dilakukan awal bulan [bagi yang mempunyai pendapatan tetap, seperti PNS, pegawai, karyawan]. Bagi para wirausahawan, begitu dapet rejeki sisihkan uang kawan-kawan untuk di tabung.

Berapakah besar uang yang kita tabung?
tergantung dari teman-teman. Bisa 30% dari pendapatan, bisa 25%, bisa 20% dll. Tergantung dari kemampuan kita masing-masing. Lebih mudah apabila teman-teman mempunyai penghasilan sampingan.

Dimanakah sebaiknya kita menabung?
Menabung lebih baik dilakukan di bank. Ada bank muamalat ada juga bank pada umumnya. Pilihan itu terserah pada kawan-
kawan. Lebih baik jangan menabung uang di rumah. Karena terlalu beresiko.

Adakah yang lebih penting dari menabung?
Tentu ada teman2. yaitu ZAKAT. Jangan lupa untuk selalu berzakat atas penghasilan kita. Karena itu hukumnya wajib.



PERBANDINGAN  ANTARA  AD/ART GERAKAN PRAMUKA LAMA DAN BARU
AD/ART NO. 104 TAHUN 2004
AD/ART NO 24 TAHUN 2009
1.      Anggaran Bantuan Pemerintah.
Belum ada
1.      Anggaran Bantuan Pemerintah.
Pemerintah dan Pemerintah Daerah dapat memberikan bantuan pendanaan dalam rangka pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka.
2.      Metode Kepramukaan
a.      Sistem berkelompok
b.      kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik;
c.       kegiatan di alam terbuka (diakomodasikan pada ayat lain )
2.      Metode Kepramukaan
a.      Sistem beregu
b.      kegiatan di alam terbuka yang mengandung pendidikan dan sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik;
c.       kemitraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan
3.      Anggota Gerakan Pramuka
Anggota muda : Siaga, Penggalang dan Penegak.
Anggota dewasa:
a.      Anggota Dewasa Muda : Pandega
b.      Anggota Dewasa  :    Pembina Pramuka,   dst
3.   Anggota Gerakan Pramuka
Anggota muda : Siaga, Penggalang dan Penegak dan Pandega
Anggota Dewasa  :    Pembina Pramuka,   dst
4.      Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka.
Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari Kwartir dan berfungsi sebagai wadah Pembinaan Anggota Dewasa.

5.      Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka.
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari Kwartir dan berfungsi sebagai wadah pendidikan dan pelatihan anggota Gerakan Pramuka
5.      Pemeriksaan Keuangan
a.      Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka
b.      Personalia Badan Pemeriksa Keuangan berjumlah minimal 3 orang
5.      Pemeriksaan Keuangan
a.      Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka.
b.      Personalia Lembaga Pemeriksa Keuangan terdiri atas 5 (lima) orang
6.      Pusat Penelitian dan Pengembangan Gerakan Pramuka
Belum ada
6.    Pusat Penelitian dan Pengembangan Gerakan Pramuka
Diadakan di tingkat Nasional dan daerah.
7.      Musyawarah Dan Referendum
Mengatur waktu  pelaksanaan dan materi Acara Pokok
7.    Musyawarah Dan Referendum
Mengatur peraturan materi pokok saja
8.      Pendapatan
Belum ada
8.      Pendapatan.
Bantuan Pemerintah/ Pemerintah Daerah melaui APBN/ APBD yang tidak mengikat dan disesuaikan dengan kemampuan negara/ keuangan daerah.

Terdiri dari : 12 bab, 38 Pasal
Terdiri dari : 12 bab, 39 Pasal